Mengakhiri karir sebagai pemain dengan meraih trofi Jules Rimet, menjadi mimpi yang tak terwujudkan bagi Cristiano Ronaldo.
Gol Mikel Merino pada menit 90+1, memupus harapan Portugal untuk tinggal lebih lama di Piala Dunia 2026. Pada pertandingan yang dilaksanakan di AT&T Stadium Arlington Texas (07/07), kedua negara menunjukkan permainan yang sama – sama kuat. Hal ini terlihat dalam penguasaan bola 56 % bagi Portugal, dan 44 % bagi Spanyol, kemudian tiga shoot on goal bagi Portugal, dan lima shoot on goal bagi Spanyol.
Selepas pertandingan, Cristiano Ronaldo mengucapkan bahwa Piala Dunia ini merupakan turnamen terakhir bagi dirinya. Tetapi ia pun belum mengambil keputusan apapun terkait masa depannya bersama Timnas Portugal. “Saya memberikan segalanya. Saya melakukan yang terbaik dan saya pergi dengan hati nurani yang bersih. Ini adalah Piala Dunia terakhir saya, ya, tetapi sekarang saya akan punya waktu untuk merenung dan bersama keluarga saya. Saya tidak akan membuat keputusan yang tergesa-gesa,” ucapnya dalam sesi wawancara usai pertandingan.

Pria yang kini berusia 41 tahun dan bermain untuk Al – Nassr, sepanjang Piala Dunia 2026 menjadi salah satu pemain yang disorot oleh para fans. Bagi sebagian ia dianggap beban Timnas Portugal, yang seharusnya sudah beristirahat. Sedangkan sebagian menganggap keberadaannya tetap dibutuhkan oleh Timnas Portugal. Kendati demikian pada turnamen terakhirnya ini, ia setidaknya menambah catatan golnya menjadi 11 gol dalam 27 pertandingan selama bermain di Piala Dunia dari edisi 2006 hingga 2026.
ROBERTO MARTINEZ MUNDUR DARI TIMNAS PORTUGAL
Gagalnya Portugal melaju ke babak perempatfinal, ternyata juga menjadi akhir kiprah pelatih asal Spanyol, Roberto Martinez. Pelatih yang menukangi Portugal sejak 9 Januari 2023. Memimpin Portugal dalam 45 pertandingan, ia meraih rasio kemenangan 66,66 % dan ikut mempersembahkan gelar UEFA Nations League musim 2024 – 2025.
Pada konferensi pers, ia menyebutkan bahwa targetnya ketika menerima tawaran untuk melatih Portugal, adalah menjadi juara piala dunia. Namun pasca kegagalan ini, ia tidak menemukan alasan untuk terus berkiprah bersama Portugal. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung Timnas Portugal atas dukungan yang didapatkannya selama 3,5 tahun belakangan.

“Fokus saya ketika datang ke Portugal adalah untuk memenangkan Piala Dunia. Saya percaya bahwa tanpa memenangi Piala Dunia, tidak masuk akal untuk terus lanjut. Dewan dan presiden sekarang memiliki kesempatan untuk memilih manajer mereka sendiri. Presiden selalu mendukung pekerjaan saya, tetapi kontrak saya berakhir hari ini, jadi tidak banyak lagi yang bisa dikatakan,” ujarnya.
Kepergian Roberto Martinez dari Timnas Portugal memperpanjang daftar pelatih yang mundur usai Piala Dunia. Sebelumnya beberapa nama seperti Ronald Koeman, dan Sebastian Beccacece, memutuskan mundur dari Timnas Belanda dan Ekuador.
Reporter : Riksan
