Tiga Kecamatan di Kota Sukabumi Terancam Kekeringan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi telah melakukan pemetaan kerawanan kekeringan hingga ke tingkat RW, dalam upaya meminimalisir dampak fenomena cuaca El Nino.

Perwakilan BPBD Kota Sukabumi Yudi Haryadi, ketika diwawancara di kantornya pada 6 Juli 2026, menyebutkan bahwa dalam memetakan kerawanan kekeringan tersebut, BPBD merujuk pula pada data kekeringan tahun 2023. Hasil pemetaan menunjukkan terdapat tiga wilayah yang memerlukan perhatian khusus dalam mitigasi bencana kekeringan yakni Cibeureum, Baros dan Lembursitu.

“Karena kekeringan itu periodenya per 4 tahun sekali,” ucapnya.

Ia menambahkan salah satu langkah yang diambil oleh BPBD untuk mengantisipasi bencana kekeringan adalah dengan memperkuat koordinasi bersama beberapa pihak seperti Perumda AM Tirta Bumi Wibawa, dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan. Koordinasi tersebut diperlukan salah satunya untuk mengatur pasokan air bersih.

“Tujuannya adalah menghadapi titik tekan utama disaat kebutuhan air di rumah tangga mencapai puncaknya. (Koordinasi) di antaranya untuk manajemen distribusi air bersih, kesiapsiagaan kebakaran lahan dan pemukiman, menjaga stabilitas pasokan air untuk pertanian,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, ia pun mengimbau masyarakat agar senantiasa mengantisipasi bencana kekeringan di masa depan, dengan melakukan beberapa cara seperti dengan menyiapkan sumur resapan.

“Melakukan pemanenan air hujan, dengan mengumpulkan, menyaring, dan menyimpan air hujan, kemudian mitigasi berbasis perilaku dan konservasi untuk melahirkan budaya menghargai air, seperti dengan cara reboisasi,” ujarnya.

Reporter : Arif Hidayat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top