Dua wakil Afrika di babak 32 besar Piala Dunia 2026, harus menemui kegagalan setelah ditundukkan lawannya masing – masing. Kisah kedua negara ini mirip, karena sempat unggul terlebih dahulu tetapi kemudian menelan kekalahan.
Senegal yang berjumpa dengan Belgia, sebetulnya sudah di atas angin ketika Habib Diarra mencetak gol di menit 24, dan Ismaila Sarr menggenapkannya di menit 51. Tapi Belgia yang dilatih Rudi Garcia tak menyerah begitu saja. Akhirnya mereka menemukan celah saat Romelu Lukaku mencetak gol di menit 86. Ini merupakan gol kedua yang dicetak striker asal Napoli tersebut, yang musim lalu harus menepi berbulan – bulan akibat cedera. Hanya berselang tiga menit, giliran pemain Aston Villa Youri Tielemans menyamakan kedudukan. Laga yang harus dibawa ke perpanjangan waktu, akhirnya dimenangkan Belgia, setelah Youri Tielemans mencetak gol dari titik penalti pada menit 120+5.
Meski sebelumnya Youri Tielemans sempat adu mulut dengan rekan setim, Leandro Trossard, namun pada akhir pertandingan, pemain yang juga menyandang ban kapten ini, mendapatkan penghargaan man of the match.
Sedangkan tuan rumah Amerika Serikat mengikuti jejak Kanada dan Meksiko yang sudah lebih dulu lolos ke babak 16 besar. Amerika Serikat unggul 2 – 0 atas Bosnia and Herzegovina, dalam pertandingan yang disiarkan pagi tadi (02/07). Amerika Serikat mencetak gol lewat Falorin Balogun menit 45, dan Malik Tillman menit 82.
Amerika Serikat yang dilatih Mauricio Pochettino memang tampil beda. Pelatih asal Argentina yang biasanya menerapkan formasi 4-2-3-1, atau 4-1-4-1, membuat skuad berjuluk The Yanks ini, menjadi salah satu negara yang berpotensi melaju jauh. Sepanjang menangani Amerika Serikat dari 2024, Pochettino telah membawa 18 kemenangan dalam 28 laga.
Timnas Inggris yang sempat mengalami kebuntuan dan selama 68 menit tertinggal 0 – 1 dari Republik Demokratik Kongo, akhirnya memenangkan pertandingan, dan membuat slogan “Football is coming home” kembali bergema. Skuad Inggris harus berterima kasih kepada kapten mereka Harry Kane yang berhasil menjebol gawang Kongo pada menit 75 dan 86.
Kapten Harry Kane yang bermain untuk Bayern Munchen, semakin menegaskan rekornya sebagai striker Inggris paling tajam, karena sejak membela Three Lions pada 2015, ia sudah mencetak 84 gol. Bahkan pada babak kualifikasi piala dunia pun, striker yang dibesarkan Tottenham Hotspurs ini, mencetak 9 gol bagi Timnas Inggris.
Tapi disinilah pula letak kelemahan Inggris. Ketajaman Harry Kane sangat berpengaruh pada performa Timnas Inggris. Ketika imbang 0-0 melawan Ghana pada babak grup, Harry Kane gagal mencetak gol, dan kegagalannya ternyata belum bisa digantikan oleh pemain lain.
Reporter : Riksan
