Ramalan The Simpsons itu runtuh, setelah meksiko tumbang di tangan Inggris. Meksiko bernasib seperti Kanada, dan saat ini Amerika Serikat menjadi satu – satunya tuan rumah yang masih bertahan di Piala Dunia.
Jelang Piala Dunia 2026, media sosial diramaikan dengan unggahan ramalan The Simpsons yang menyebutkan Portugal dan Meksiko akan saling berhadapan di final, dan Cristiano Ronaldo dkk yang akan menjadi juaranya. Ramalan ini didasarkan pada serial The Simpsons berjudul “The Cartridge Family” yang disiarkan pada 1997. Serial diawali dengan pertandingan sepakbola antarkonfederasi mempertemukan Portugal dan Meksiko. Sedari awal banyak yang membantah hal ini, dan semakin dipertegas ketika Meksiko takluk 2-3 dari Inggris, dalam pertandingan yang digelar di Estadio Azteca (06/07).

Kedua negara tampil agresif dan bermain terbuka. Statistik pertandingan memperlihatkan Inggris dan Meksiko sama – sama mencatatkan 5 shoot on goal. Meksiko unggul dalam penguasaan bola dengan 65 %, sebab sejak menit 54, Inggris harus bermain dengan 10 pemain setelah Jarrel Quansah mendapatkan kartu merah. Pada pertandingan ini striker Bayern Munchen, Harry Kane, menjadi salah satu penentu lewat 1 assist dan 1 gol yang dicetak melalui eksekusi penalti pada menit 60. Penentu lainnya adalah Jude Bellingham yang mencetak 2 gol.
Inggris juga harus berterima kasih pada kiper mereka, Jordan Pickford, yang membuat 3 penyelamatan penting. Penampilannya dalam laga melawan Meksiko, membuatnya menyamai rekor kiper Timnas Inggris Peter Shilton yang tampil dalam 17 pertandingan Piala Dunia.
Capaian Timnas Inggris pada Piala Dunia 2026 menyamai capaian 4 tahun lalu di Qatar. Pertanyaannya apakah Inggris bisa melangkah lebih dari perempatfinal, dan setidaknya menyamai catatan pada Piala Dunia 2018? . Pastinya tim yang dilatih Thomas Tuchel ini menempati peringkat 3 dalam daftar negara yang difavoritkan akan menjadi juara dunia.
JOGO BONITO IS DEAD
Orjan Nyland, penjaga gawang Norwegia menjadi salah satu aktor penting dalam kemenangan Norwergia atas Brasil, padahal musim lalu ia tidak banyak tampil menjaga gawang Sevilla. Kiper yang kini berstatus tanpa klub ini melakukan beberapa penyelamatan krusial, salah satunya menepis tendangan penalti Bruno Guimaraes pada menit 14.

Brasil memang diprediksi tidak akan banyak berbicara dalam turnamen ini. Walau ditangani pelatih kawakan Carlo Ancelotti, tapi jika melihat materi pemain yang dibawa ke Piala Dunia, tidak ada yang benar – benar meyakinkan. Neymar memang masih direkrut tapi dengan kondisi fisik yang sudah rapuh. Brasil pun tidak memiliki figur – figur pemain yang bisa merubah arah pertandingan. Hal ini semakin menunjukkan masalah yang dialami Timnas Brasil, yaitu keringnya talenta karena sepakbola Brasil tidak lagi memproduksi pemain – pemain seperti di Piala Dunia 2002.
Pertandingan ini seakan mengulang pertandingan yang pernah terjadi pada 28 tahun lalu, ketika Tore Andre Flo dan Kjetil Rekdal berhasil mengalahkan Brasil pada Piala Dunia 1998. Data statistik memperlihatkan Norwegia tampil efektif, karena mampu menekan Brasil. Mereka juga efisien karena dari 5 shoot on goal, dua di antaranya bersarang di gawang Alisson Becker. Pertandingan yang diadakan di Metlife Stadium (06/07), dan berkesudahan 2 – 1 untuk keunggulan Norwegia, menunjukkan kualitas The Vikings yang saat ini berada di atas skuad Brasil.
Kemenangan Norwegia memang tidak bisa dipisahkan dari peran Erling Haaland. Striker Manchester City sudah melesakkan 7 gol dalam piala dunia pertamanya. Keberadaan striker berambut pirang ini membuat publik kembali teringat pada sosok Tore Andre Flo, yang juga memiliki tinggi badan lebih dari 1,90 meter.
Jadwal Babak 16 Besar (07 Juli 2026)
Portugal vs Spanyol (02.00 WIB)
Amerika Serikat vs Belgia (07.00 WIB)
Argentina vs Mesir (23.00 WIB)
Reporter : Riksan
